Jajaran Badan Anggaran DPRD Kota Denpasar mempertanyakan kebijakan yang dilakukan Pemkot Denpasar dalam mengantisipasi lonjakan inflasi akibat kenaikan harga BBMi, ini di katakan oleh Ketua DPRD Kota Denpasar , I Gusti Ngurah Gede saat memimpin Rapat Kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ( TAPD ). Selasa ( 5/9 ).
Dari pertanyaan tersebut , Sekda Kota Denpasar mengatakan pemerintah melalui tim pengendali inflasi daerah telah melaksanakan operasi pasar sejak beberapa hari lalu. Operasi ini melibatkan Perumda Pasar dalam rangka memenuhi kebutuhan stok barang pedagang, sehingga tidak terjadi kelangkaan. Perumda Pasar bekerja sama dengan beberapa kabupaten dan distributor yang memasok barang. Pemkot Denpasar akan melakukan perubahan pola operasi pasar agar tidak terjadi persaingan di antara pedagang di pasar dengan operasi pasar. Untuk itu ke depan Perumda Pasar Sewaka Dharma di berikan tugas untuk memasok barang ke pedagang, sehingga harga bisa di tekan dan operasional pedagang tetap bisa berjualan. Direncanakan operasi pasar ini digelar sampai Desember 2022.Dikatakan pula selain operasi pasar juga akan merancang pemberian bansos ke masyarakat. Mungkin nanti perlu ada refocusing lagi, dalam upaya mengantisipasi terjadinya inflasi di Denpasar.