Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Audensi ke DPRD Kota Denpasar. Romobongan diterima oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar beserta anggota, Senin (10/10).22.
Dalam pertemuan tersebut, Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Bali, melalui Kepala Pokja ITP, I Gede Mustika mengutarakan maksud dan tujuan dari Audensi tersebut yaitu untuk menyampaikan bahwa BPMP merupakan salah satu UPT dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan penjaminan mutu pendidikan, pendidikan anak usia dini, pendidikan menengah dan pendidikan masyarakat. BPMP Provinsi Bali sudah menjalin kerja sama yang sangat erat dan komunikasi yang intens dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar. BPMP ingin meningkatkan kualitas hasil belajar dengan pola-pola yang baru melalui di munculkannya sebuah kebijakan yang baru yaitu kegiatan merdeka belajar.
Adapun indikator yang di fokuskan oleh BPMP diantaranya yaitu partisipasi sekolah/siswa, peningkatan kualitas hasil belajar. Terkait dengan kualitas hasil belajar disampaikan bahwa akan di potret dari 3 dimensi/aspek yaitu kemampuan literasi, kemampuan numerasi dan juga karakter. Sehingga konsekuensinya kualitas hasil berlajar siswa tidak lagi mengedepankan perankingan berdasarkan nilai akademis saja. Ketiga aspek tersebut merupakan output Pendidikan yang akan dikawal dan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat. Harapannya, setelah siswa tersebut lulus mereka memiliki kemampuan literasi tinggi. Dengan kemampuan literasi tesebut diharapkan siswa mampu melakukan interpretasi sampai evaluasi terhadap informasi yang mereka terima baik di lingkungan sosial, akademik maupun informasi terkait mata pelajaran di ranah akademik. Kemudian BPMP juga ingin meningkatkan kemampuan numerasi siswa karena kemampuan ini tidak bisa dilepaskan dari kemampuan literasi sehingga BPMP akan berupaya untuk mengawal siswa-siswa disemua jenjang agar memiliki nalar kritis, dan kreativitas yang tinggi. Lebih lanjut disampaikan, sikap-sikap gotong royong dan mandiri juga menjadi hal subtansi yang akan dikawal. Dari kemampuan literasi dan numerasi itu harapannya sampai kepada terwujudnya profil Pancasila sebagai pemetaan dari aspek karakter. Itulah yang menjadi tolak ukur bagaimana Pendidikan terimplementasi di pemerintah daerah.
Dalam audensi tersebut BPMP Provinsi Bali juga menyampaikan bahwa sekolah penggerak dan kurikulum merdeka merupakan program prioritas Kemenristekdikti yang sudah diimplementasikan di Kota Denpasar dengan bekerja sama dengan Disdikpora Kota Denpasar. Dalam hal ini BPMP Provinsi Bali berharap Komisi IV DPRD Kota Denpasar bisa selalu mendukung program-program Kemenristekdikti di Kota Denpasar.