Denpasar, Humas DPRD - Komisi IV DPRD Kota Denpasar, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Puskesmas Ramah Ibu dan Anak yang berlokasi di Jalan Gunung Agung, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar, Jumat (23/1). Dalam kunker yang dipimpin Ketua Komisi IV, Wayan Duaja bersama anggota ini, disambut Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati M.Kes.; Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda, M.Kes., dan Plt. Kepala Puskesmas Ramah Ibu dan Anak, dr. Anak Agung Ngurah Wisnu Nayaka Putra, serta jajarannya.
Hadir juga Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, dan Wakil Ketua III DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Wayan Duaja, mengaku Puskesmas Ramah Ibu dan Anak Kota Denpasar sangat megah sekali. Selain itu, Duaja juga menyatakan puskemas ini juga sangat layak untuk Kantor Dinas Kesehatan Kota Denpasar. “Gedung Puskemas Ramah Ibu dan Anak yang megah ini sangat cocok untuk Kantor Dinas Kesehatan Kota Denpasar, tidak seperti sekarang yang kantornya bergabung dengan Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Denpasar,” ujarnya
Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan dari segi pelayanan supaya puskesmas ini nantinya menerapkan pola betul-betul ramah kepada masyarakat, mengingat orang yang sakit pasti mencari sehat. “Meski Gedung Puskesmas Ramah Ibu dan Anak akan diresmikan pada Februari mendatang, kami minta agar tahap-tahapan, seperti izin operasional sangat penting untuk memberikan contoh kepada masyarakat. Selain itu juga agar diperhatikan juga akses puskesmas karena sangat berdekatan dengan dua sekolah (SMPN 2 Denpasar dan SMPN 4 Denpasar), dan Kantor Camat Denpasar Barat, di mana akses Jalan Gunung Agung ini sangat padat arus lalu lintas,” ucapnya.
Duaja juga menegaskan seluruh fasilitas dan perizinan harus dipenuhi supaya pelayanan dapat berjalan optimal. “Ini Puskesmas Ramah Ibu dan Anak. Jadi, untuk fasilitas, alat kantor dan karyawan harus betul-betul siap. Banyak masyarakat sudah menanyakan kapan puskesmas ini beroperasinya,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua III DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk meninjau Gedung Puskesmas Ramah Ibu dan Anak yang sudah selesai dibangun ini. “Kami minta agar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di puskesmas ini sesuai tugas, pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kami berharap seluruh tenaga yang ditugaskan dari berbagai puskesmas dapat memberikan pelayanan maksimal dan mendorong agar puskesmas ini dapat menjadi contoh layanan kesehatan yang nyaman dan ramah. Perlu juga SDM yang ramah untuk pelayanan ke depan,” imbuhnya
Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, mengusulkan supaya Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ke depan hadir di setiap kecamatan. Dia menilai persoalan parkir masih bisa disiasati, termasuk dengan memanfaatkan area sekolah, serta mendorong penyediaan call center untuk menampung keluhan masyarakat. “Kalau bisa, untuk Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini bisa ada di semua kecamatan,” harapnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar, Nyoman Sumardika, menekankan pentingnya kejelasan jenis pasien yang bisa dilayani, serta edukasi kepada masyarakat terkait BPJS dan KIS. Dia juga menyoroti perlunya pengamanan yang ketat, mengingat akses ambulans harus tetap lancar di tengah keterbatasan parkir dan kedekatan dengan sekolah. “Akses perlu diperhatikan serius karena berdekatan dengan sekolah dan perkantoran,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati, menjelaskan, Puskesmas Ramah Ibu dan Anak di Kota Denpasar, direncanakan akan diresmikan sebelum HUT ke-238 Kota Denpasar, pada 27 Februari 2026. Namun sebelum itu, seluruh proses administrasi dan perizinan harus diselesaikan. Pihaknya menyebutkan, setelah izin operasional terbit, puskesmas baru bisa melakukan registrasi sebagai syarat merekrut sumber daya manusia (SDM) secara resmi.
Saat ini, tenaga kesehatan masih bersifat penugasan sementara dari beberapa puskesmas lain untuk memenuhi kebutuhan minimal. “Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini didukung dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, serta analis dan telah dilengkapi dua unit ambulans. Sementara kepemimpinan masih dijabat oleh Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Ramah Ibu dan Anak, dr. Wisnu, dengan total sekitar 36 tenaga kesehatan dan pendukung, termasukdokter, tenaga keamanan hingga petugas kebersihan. Kami sudah mengusulkan kebutuhan SDM ke BKPSDM melalui jalur CPNS karena saat ini tidak ada lagi tenaga kontrak maupun PPPK,” jelasnya.
Dari sisi layanan, puskesmas akan beroperasi seperti puskesmas pada umumnya, termasuk menyediakan layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) untuk persalinan normal tanpa komplikasi. Rawat inap hanya bersifat sementara dan terbatas. “Kelahiran normal bisa dilayani di sini, tetapi tidak untuk kasus komplikasi,” katanya. Meski secara standar bangunan dan layanan dinilai sudah siap, masih terdapat sejumlah kekurangan sarana pendukung, seperti gorden untuk menjaga privasi pasien, penyempurnaan fasilitas IGD, serta alat penunjang layanan lainnya. Kekurangan tersebut, akan diusulkan pada anggaran perubahan.
Terkait pelayanan BPJS, dr. Agung Candrawati, menegaskan, puskesmas belum dapat melayani karena belum terakreditasi. Saat ini, Puskesmas Ramah Ibu dan Anak hanya melayani pasien umum. “Target kami pada tahun 2027, proses registrasi dan akreditasi. Jika itu sudah selesai, pelayanan BPJS baru bisa berjalan pada tahun 2028,” pungkasnya.
Sumber : Media Denpost Bali
Editor : Humas DPRD