Menu

KOMISI III DAN IV DPRD KOTA DENPASAR TINJAU PEMBANGUNAN GEDUNG SMPN 17 DENPASAR

  • Jumat, 08 Agustus 2025
  • 471x Dilihat

 

Denpasar, Humas DPRD - Komisi III dan Komisi IV DPRD Kota Denpasar pada Kamis (7/8/2025) melakukan kunjungan kerja ke SMPN 17 Denpasar. Kunjungan ini guna meninjau pembangunan gedung sekolah yang berlokasi di Jalan Nagasari, Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur, tersebut.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari tugas pengawasan legislatif dan bertujuan untuk memastikan kelancaran serta kualitas pembangunan sekolah yang menjadi aset penting dalam pendidikan daerah.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Ketua Komisi III, I Wayan Suadi Putra; didampingi Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja. Hadir dalam kesempatan ini Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, serta para anggota dari kedua komisi.

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama; Plt. Kepala SMPN 17 Denpasar, Ni Nengah Sujani; dan pihak rekanan, yakni PT Pandu Jaya Karya (kontraktor) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (konsultan pengawas).

Dalam kesempatan itu, Kadisdikpora melaporkan, pembangunan gedung SMPN 17 Denpasar dengan pagu anggaran Rp40,4 miliar lebih, mulai dikerjakan 8 April 2025 dan target penyelesaiannya selama 250 hari (8 bulan). Gedung sekolah dibangun 4 lantai dengan basement.

Pada lantai 1 terdapat ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang bimbingan dan konseling, ruang UKS, dan ruang kelas sebanyak 8, serta toilet. Pada lantai 2 terdapat 12 ruang kelas, ruang tata usaha/administrasi, lantai 3 terdapat 10 ruang kelas, perpustakaan, ruang OSIS, ruang laboratorium IPA, dan di lantai 4 terdapat laboratorium, ruang komputer, ruang serbaguna.

Kadisdikpora menyampaikan, progres pembangunan SMPN 17 Denpasar hingga 119 hari pengerjaan mencapai 67 persen. Target rampungnya proyek sekitar bulan November, diprediksi akan lebih cepat.

Ketua Komisi III DPRD Denpasar, I Wayan Suadi Putra, menyampaikan beberapa catatan hasil peninjauan Komisi III dan IV. Di antaranya pembangunan basement gedung yang rawan genangan air. Namun hal itu telah diantisipasi dengan dua sekat air di pintu-pintu masuk. "Luas parkir cukup memadai di bawah, sepeda anak-anak juga bisa masuk, cukup luas,’’ ujarnya.

Ia juga melihat pekerjaan finishing sudah mulai dikerjakan, sudah mulai pengerjaan mock up kelas. ‘’Progresnya masih aman, sesuai track. Kalau dari sisi waktu, sudah cukup bagus bahkan sepertinya progresnya maju,’’ ujar politisi PDIP itu.

Usulan dewan terkait penggunaan kusen aluminium karena dengan demikian tidak perlu memikirkan finishing lagi. Konstruksi beton juga sudah sesuai.

 

Selain itu, ia melihat sudah ada pemakaian bata ringan. Kemudian di aula menggunakan baja berat untuk atap, sisanya baja ringan. Talang-talang di lantai 3 dan lantai 4 agar dikerjakan lebih awal karena biasanya menjelang waktu proyek selesai ditinggal oleh rekanan.

Suadi Putra juga meminta agar dipasang railing di area yang agak rawan anak-anak bisa melompat atau jatuh. Berdasarkan hasil peninjauan ini menurutnya proyek pembangunan SMPN 17 Denpasar bisa selesai lebih cepat karena memasuki bulan Agustus, proyek sudah mulai masuk proses finishing dan pengerjaan arsitektur Bali.

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, dalam kesempatan itu, mengusulkan terkait akses jalan agar bisa dibuka dari sisi barat sekolah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. “Jika tetap dua arah dari timur, sangat berpotensi krodit. Apalagi banyak orang tua mengantar anak pakai mobil,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Denpasar, Agus Wirajaya, menambahkan, nanti Disdikpora perlu berkoordinasi dengan Dishub untuk mengatur lalu lintas. Mengingat jalan masuk menuju sekolah cukup kecil, bahkan menurutnya untuk papasan 2 kendaraan roda empat sangat mepet.

Sementara pintu masuk utama sekolah lewat Jalan Nagasari, sementara tidak ada jalan tembus di belakang sekolah untuk kendaraan roda empat.

Jalan yang ada, menuju sekolah maupun jalan di belakang sekolah yang tembus di Jalan Siulan, masih berupa jalan berkapur dan paving yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Selain itu persimpangan Jalan Siulan - Jalan Trenggana pada waktu tertentu juga kerap macet.

 

Sumber : Media Pos Bali

Editor : Humas DPRD