Menu

Komisi II dan IV DPRD Denpasar Tinjau RS Wangaya: Dorong Penguatan Layanan dan Pengembangan Infrastruktur

  • Rabu, 03 Juni 2026
  • 4x Dilihat

Denpasar, Humas DPRD - Komisi II dan Komisi IV DPRD Kota Denpasar melakukan kunjungan kerja ke RSUD Wangaya, Selasa (2/6/2026), guna meninjau perkembangan layanan kesehatan, rencana pengembangan fasilitas, serta kebutuhan anggaran rumah sakit milik Pemerintah Kota Denpasar tersebut.

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, dan Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna. Rombongan diterima langsung oleh Direktur RSUD Wangaya, A.A. Made Widiasa, beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, menekankan pentingnya penganggaran yang tepat sasaran agar pembangunan fisik rumah sakit dapat berjalan maksimal sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.

“Pembangunan fisik harus mampu memberikan manfaat optimal, baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun kontribusinya terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II I Wayan Sutama menyampaikan dukungan DPRD terhadap program kerja RSUD Wangaya tahun 2026–2027, terutama terkait pembangunan gedung, pengadaan alat kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia.

Menurutnya, Pemerintah Kota Denpasar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar melalui APBD Tahun 2026 untuk mendukung pengembangan rumah sakit. Di sisi lain, pendapatan retribusi RSUD Wangaya pada 2025 mencapai Rp146 miliar dan ditargetkan meningkat pada 2026.

“Kami bersama seluruh komisi di DPRD berkomitmen mendukung pemenuhan kebutuhan RSUD Wangaya agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegasnya.

Ketua Komisi IV Wayan Duaja menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, termasuk koordinasi yang lebih baik antara rumah sakit dan puskesmas. Menurutnya, pengembangan fisik rumah sakit harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.

“Ke depan, kemegahan RSUD Wangaya harus dibarengi dengan SDM yang siap dan profesional sehingga kualitas pelayanan terus meningkat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi II DPRD Kota Denpasar Oka Mahendra, memberikan apresiasi atas pelayanan yang telah diberikan RSUD Wangaya. Namun, ia juga menyampaikan sejumlah masukan, salah satunya terkait fasilitas freezer di kamar jenazah yang sebagian dilaporkan mengalami kerusakan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur RSUD Wangaya A.A. Made Widiasa memaparkan sejumlah rencana kerja dan pengembangan rumah sakit untuk periode 2025–2026. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan dokter spesialis sesuai standar pelayanan telah terpenuhi. Selain itu, rumah sakit terus mengembangkan layanan unggulan seperti layanan kanker, jantung, saraf, Stroke Center, layanan uronefrologi, hingga pengoperasian Cathlab yang saat ini masih dalam proses perizinan.

Untuk pengembangan infrastruktur, RSUD Wangaya merencanakan pembangunan fasilitas poliklinik terpusat (Policentral) lima lantai guna mengakomodasi tingginya kunjungan pasien. Saat ini, jumlah kunjungan poliklinik mencapai 400 hingga hampir 500 pasien per hari.

“Gedung yang saat ini digunakan sudah berusia sekitar 105 tahun sehingga perlu dilakukan pengembangan berdasarkan hasil survei kebutuhan layanan masyarakat,” jelas Widiasa.

Selain itu, rumah sakit juga merencanakan pembangunan Gedung II melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Proses pembiayaan masih sedang berlangsung. Fasilitas baru tersebut akan dilengkapi ruang rawat inap tambahan serta area parkir basement untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir.

RSUD Wangaya juga berencana mengembangkan layanan hemodialisis dan menjalin kerja sama dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar. Khusus pembangunan gedung milik Universitas Mahasaraswati di kawasan rumah sakit, pembiayaan akan ditanggung pihak kampus.

Dari sisi layanan kegawatdaruratan, kapasitas ruang UGD terus ditingkatkan dengan penambahan hingga 30 tempat tidur. Angka kunjungan pasien juga terus mengalami peningkatan sekitar 6 persen setiap tahun, tidak hanya berasal dari warga Kota Denpasar tetapi juga dari berbagai daerah di Bali.

Berdasarkan capaian pelayanan tersebut, RSUD Wangaya kini menempati peringkat ketiga rumah sakit rujukan di Bali setelah RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dan Surya Husadha Hospital.

Di bidang sarana penunjang, manajemen rumah sakit juga menyiapkan pengembangan layanan Stroke Center, penambahan fasilitas kamar jenazah dengan target 50 unit freezer, serta pembangunan lima rumah duka. Untuk kebutuhan parkir jangka panjang, selain memanfaatkan basement Gedung II, RSUD Wangaya juga tengah menjajaki kerja sama pemanfaatan lahan seluas sekitar 50 are milik pura yang direncanakan akan dikontrak.

Pada 2025, realisasi pendapatan RSUD Wangaya melampaui target dari 127 miliar menjadi Rp146 miliar dan tahun 2026 diproyeksikan target Rp 129 miliar Sementara itu, kebutuhan alat kesehatan tercatat sebanyak 161 jenis. Hingga saat ini, rumah sakit telah menerima sekitar 100 unit alat melalui hibah, sehingga masih terdapat 61 jenis alat yang perlu dipenuhi.

Melalui kunjungan kerja tersebut, DPRD Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan RSUD Wangaya sebagai rumah sakit rujukan yang modern, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber: Media Warta Bali

Editor: Humas DPRD