Anggota DPRD Kota Denpasar dari Komisi IV yang membidangi masalah pendidikan memberi apresiasi positif terhadap rencana kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan ujian nasional online atau computer Based Test (CBT) di sejumlah sekolah termasuk 21 SMA/SMK di Kota Denpasar pada UN tahun pelajaran 2015/2016 mendatang.
Disdikpora Kota Denpasar diingatkan agar benar-benar memastikan kesiapan pihak sekolah untuk menyelenggarakan UN CBT. Terutama menyangkut kesiapan perangkat komputer dan sistem yang terhubung dengan UN online tersebut. Secara prinsip kami merespon positif penerapan UN CBT ini.Tapi kesiapan sekolah harus benar-benar dipastikan. Jangan sampai, sistem baru ini justru menimbulkan kekacauan yang merugikan para siswa maupun pihak sekolah, ungkap salah seorang Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, AA. Ngurah Gede Widiada,SH ketika dimintai konfirmasinya terkait rencana 21 SMA/SMK negeri dan swasta di Denpasar mengikuti UN CBT pada UN mendatang.
Selain kesiapan perangkat komputer dan sarana pendukungnya, widiada juga menyebutkan, antisipasi terhadap kemungkinan listrik mati saat pelaksanaan UN juga menjadi hal yang krusial dan mutlak diperhitungkan dengan matang. Paling tidak, selama pelaksanaan UN, disekolah bersangkutan harus disiapkan satu unit genset. Jika aliran listrik dari PLN tiba-tiba mati, peserta UN tetap bisa megerjakan soal-soal UN atau pelaksanaan UN tidak sampai tertunda. Hal-hal yang bersifat darurat juga harus diperhatikan.Harus ada back UP listrik dengan menyiagakan genzet, tandas Widiada.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada UN tahun ajaran 2015/2016 mendatang, tercatat 21 SMA/SMK di Kota Denpasar menyatakan kesiapannya mengikuti UN secara online atau lebih dikenal dengan UN berbasis komputer atau computer Based Test (CBT). Kedua puluh satu SMA/SMK yang mengikuti UN CBT itu meliputi delapan SMA Negeri, lima SMK negeri dan delapan lagi merupakan SMA/SMK swasta di Denpasar.Menurut Kepala Bidang Pendidikan menengah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora ) Kota Denpasar Drs.I Wayan Supartha, M.Pd, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap seluruh SMA/SMK negeri di Denpasar dan delapan SMA/SMK swasta yang menyatakan kesiapannya untuk mengikuti UN CBT. Termasuk, mengecek kesiapan sarana prasarana penunjang disekolah-sekolah bersangkutan untuk bisa mengikuti UN secara online tersebut. Selanjutnya, seluruh SMA/SMK tersebut akan devirifikasi lagi oleh pusat (Kemendikbud ) guna memastikan apakah seluruh sekolah tersebut benar-benar siap untuk menggelar UN CBT tersebut.