Denpasar, Humas DPRD - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar khususnya Komisi I dan IV menggelar rapat kerja bersama perangkat daerah serta stakeholder terkait pada Kamis (5/3) di Ruang Sidang DPRD Denpasar. Rapat tersebut membahas persiapan Nyepi Tahun Çaka 1948 yang beririsan dengan Idul Fitri 1477 H.
Hadir dalam rapat tersebut beberapa perwakilan perangkat daerah seperti, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan, Dinas LHK, Dinas Kominfos, Kasatpol PP, MDA, Yowana dan sebagainya. Perwakilan dari instansi terkait pun menjabarkan kesiapan bidang masing-masing jelang ataupun saat perayaan Nyepi yang berlangsung pada 19 Maret nanti.
Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, A.A. Putu Gede wibawa mengatakan, tujuan rapat ini meningkatkan koordinasi antara pemerintah kota dengan berbagai stakeholder yang terlibat dalam pengamanan serta pengaturan kegiatan selama rangkaian pelaksanaan Nyepi berlangsung. “Yang pertama sudah jelas, kita ingin meningkatkan koordinasi antara pemerintah kota dengan stakeholder terkait perayaan Nyepi dan Idul Fitri. Jangan sampai karena kurang koordinasi justru menimbulkan gangguan dalam dua perayaan hari suci tersebut,” ujarnya.
Dari hasil rapat, sebagian besar OPD disebut telahmelakukan langkah-langkah persiapan sejak beberapa bulan sebelumnya. DPRD dalam rapat tersebut juga meminta kepastian kesiapan dari masing-masing instansi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana. Meski demikian, masih terdapat beberapa hal yang memerlukan penegasan melalui koordinasi lanjutan. Salah satunya terkait kepastian waktu pelaksanaan sejumlah kegiatan dalam rangkaian perayaan Idul Fitri, seperti pelaksanaan salat tarawih terakhir dan malam takbiran yang hingga kini masih menunggu kepastian penetapan.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan, sejumlah OPD seperti Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satpol PP, Kesbangpol, serta unsur kepolisian diminta menyiapkan langkah-langkah antisipatif.
Demikian usai pemaparan kesiapan OPD masing-masing, Anggota Komisi IV Luh Gede Ernawati memberikan apresiasi terhadap kesiapan masing-masing OPD. Namun demikian ia menyoroti adanya ogoh-ogoh di luar perkumpulan banjar yang sering hadir tiba-tiba saat pengerupukan. Hal tersebut mendorong kepadatan dan menghambat pawai ogoh-ogoh besar di Kawasan Catur Muka Denpasar. Dengan itu pihaknya menekankan agar perbekel serta lurah mendata kembali ogoh-ogoh di wilayah masing-masing. “Sehingga pelaksanaan pengerupukan bisa dilakukan dengan tertib,” ungkapnya.
Komisi I Eko Supriadi menyoroti terkait kabel yang bersliweran yang tentunya akan mengganggu aktvitas pengarakan ogoh-ogoh. Kondisi ini menurutnya ke depan agar ditangani lebih serius terutama pada kabel-kabel provider yang tidak berijin bahkan sudah menjadi sampah di udara.
Komisi I Wayan Warka menyoroti tentang ogoh-ogoh yang sampai dini hari. Untuk menertibkan hal tersebut pihaknya menyarankan agar Dinas Kebudayaan melakukan pendekatan kepada sekaa teruna terutama yang menjadi ikon di Denpasar. “Namun bukan hanya bisa sampai pada pendekatan. Mereka hendaknya diundang dipertemukan minimal dengan Sekda atau kalau bisa Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota,” terangnya.
Hal tersebut mendorong agar para pemuda tertib terhadap waktu sehingga pengarakan ogoh-ogoh tidak sampai dini hari. Mengingat petugas kebersihan, yakni DLHK Kota Denpasar harus selesai beraktivitas sebelum brata penyepian dimulai. Atas koordinasi yang dilakukan ini diharapkan pelaksanaan Nyepi serta Idulfirti tahun 2026 berjalan sukses penuh dengan kedamaian.
Sumber : Media Bali Post
Editor : Humas DPRD