Denpasar, Humas DPRD - Komisi II dan Komisi IV DPRD Kota Denpasar menggelar rapat kerja bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar di ruang sidang DPRD Kota Denpasar, Selasa (21/4).
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra didampingi Ketua Komisi II I Wayan Sutama serta Ketua Komisi IV I Wayan Duaja. Rapat kerja ini membahas program kerja KONI Denpasar sekaligus evaluasi pembinaan olahraga serta dukungan anggaran dan sarana prasarana ke depan.
Ketua KONI Kota Denpasar, I Putu Yudi Atmika, dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi atas undangan DPRD untuk membahas sektor olahraga. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah anggota dewan yang bersedia menjadi ketua cabang olahraga (cabor), sehingga dukungan terhadap kegiatan keolahragaan di Kota Denpasar dapat berjalan dengan baik.
Saat ini, KONI Denpasar menaungi 55 cabor dengan struktur kepengurusan berjumlah 37 orang. Ia menilai dukungan anggaran hibah dari pemerintah sudah cukup baik, meskipun tidak mengalami peningkatan signifi kan. Tahun ini KONI Denpasar mendapat hibah sebesar Rp19 miliar lebih dari Pemkot Denpasar. Namun demikian, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas atau venue latihan. Menurutnya, sejak pengelolaan GOR Ngurah Rai beralih dari KONI Bali ke Disdikpora Bali, beban pembiayaan semakin berat karena sebagian besar kegiatan harus menyewa tempat.
Sebagai solusi, sebagian besar cabor memanfaatkan fasilitas di GOR Kompyang Sujana. Namun, keterbatasan ruangmembuat hampir 20 cabor harus berbagi tempat. “Kondisi ini semakin sulit ketika bersamaan dengan agenda multievent seperti Porjar, Wali Kota Cup, maupun Porprov. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Untuk tahun 2026, KONI Denpasar telah mencanangkan program kegiatan hingga Desember, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali. Di sisi program, KONI secara rutin menyelenggarakan Wali Kota Cup yang telah berlangsung 16 kali. Dari 55 cabor, sebanyak 54 cabor telah berpartisipasi dalam ajang tersebut. Selain itu, KONI juga terlibat dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Kota Denpasar, yang dinilai sebagai wadah penting untuk menjaring atlet usia dini.
KONI Denpasar juga menargetkan openingkatkan prestasi pada Porporv Bali tahun 2027 dengan menyiapkan Tim “Denpasar Emas”. Terkait prestasi, Denpasar menunjukkan tren peningkatan pada Porprov Bali tahun 2025 dibandingkan Porprov sebelumnya. Dari 146 medali emas meningkat menjadi 176 emas, dengan lonjakan jumlah cabor juara umum dari 14 menjadi 22 cabor.
Ketua Komisi II DPRD Denpasar, I Wayan Sutama, mengapresiasi kinerja KONI dan menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel. “Rapat kerja ini penting agar anggaran yang diberikan setiap tahun dapat dipertanggungjawabkan secara efektif,” ujarnya.
Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja, menegaskan dukungan terhadap pengembangan olahraga di Denpasar, terutama dalam pembinaan atlet usia dini. “Jangan sampai atlet kita berpindah ke daerah lain. Atlet berprestasi perlu mendapat perhatian, termasuk peluang kerja di perusahaan daerah,” katanya. Sejumlah anggota DPRD lainnya juga memberikan masukan.
I Ketut Budiarta menyoroti pentingnya penjaringan atlet muda serta dukungan sarana prasarana agar potensi atlet tidak berpindah ke daerah lain akibat iming-iming lebih besar. AA Putu Gede Anugraha Mertha menyoroti pentingnya jaminan akses pendidikan bagi atlet muda melalui jalur prestasi.
Lebih lanjut, I Nyoman Gede Sumara Putra menyampaikan pentingnya perhatian terhadap psikis atlet, berharap kepengurusan KONI saat ini bisa menyiapkan fasilitas layanan kesehatan mental mengingat olahraga bukan hanya fisik namun juga psikis atlet untuk menjadi juara.
Ida Bagus Ketut Wirajaya menambahkan, perpindahan atlet sering terjadi karena tawaran bonus dan pekerjaan dari daerah lain. Ia optimistis Denpasar memiliki peluang besar meraih hasil maksimal pada Porprov 2027 berkaca dari perolehan medali pada Porprov sebelumnya yang beda tipis dengan juara umum, Badung.
Sementara itu, Nyoman Darsa mendukung peningkatan anggaran untuk KONI Denpasar ke depan. Ia juga mendorong percepatan pengembangan fasilitas olahraga, termasuk optimalisasi GOR Kompyang Sujana yang telah memiliki Detail Engineering Design (DED) tahun 2025.
Anggota DPRD lainnya, I Made Mudra, menekankan pentingnya evaluasi terhadap cabor yang kurang berkembang serta penguatan militansi pengurus, tidak hanya atlet. Ketut Sudana menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan integritas seluruh elemen olahraga agar tidak terjadi praktik-praktik yang merugikan pembinaan atlet.
Luh Gede Ernawati mengapresiasi program ketua KONI dan kepengurusan saat ini untuk memajukan semua cabang di Kota Denpasar dan sebagai ketua cabang olahraga bola tangan ia berharap cabang olahraga yang baru tersebut bisa ikut berpartisipasi nantinya.
Sumber : Media Pos Bali
Editor : Humas DPRD Humas