Kini giliran anggota DPRD Kota Denpasar lainnya kembali memberi perhatian terhadap pengerjaan proyek penataan drainase dan trotoar yang tersebar di ruas Kota Denpasar, akibat pengerjaanya yang kurang profesional. AA Ngurah Gede Widiada, mengusulkan pengerjaan proyek semacam ini dikerjakan lebih profesional. Saat ini pengerjaan proyek ini seperti asal-asalan. Misalnya material proyek seperti pasir dibiarkan berserakan di jalan sehingga ini sanagat membahayakan masyarakat ungkap Widiada.
Ketua DPD partai Nasdem Kota Denpasar ini juga menyoroti bukan hanya masalah material yang berserakan, bekas-bekas galian yang juga ditimbun begitu saja, sehingga sangat mengganggu aktivitas publik. Juga dikritisi. Selain membahayakan, juga debu yang ditimbulkan jelas mengganggu kenyamanan masyarakat. Belum lagi terjadi kemacetan lalu lintas hampir disemua ruas jalan yang sedang dikerjakan. Seraya berharap pihak kontraktor menambah anggaran untuk penyiraman sehingga debu dapat mengendap.
Selain itu, lanjut Widiada, bekas-bekas galian yang jatuh ke drainase tidak bersihkan sebelum box culvert drainase ditutup dengan beton. Hal ini dikhawatirkan akan menghambat lajunya air, sehingga rentan terjadi luap air. Kami kira pengawasan perlu diintensifkan lagi. Karena selama ini kami jarang melihat ada pengawasan di lapangan, baik proyek yang digarap Provinsi maupun oleh badan pelaksana jalan Nasional. Tandas Widiada.