Denpasar, Humas DPRD - DPRD Kota Denpasar menyetujui rencana kerja sama Sister City (Kota Bersaudara) antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani, usai rapat pembahasan pada Selasa (5/8/2025) di Ruang Sidang DPRD Denpasar.
Namun demikian, legislatif memberikan sejumlah masukan kepada eksekutif untuk mempertajam bentuk kerja sama yang akan dilakukan.
Rapat kerja terset dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra didampingi Ketua Bapemperda, I Nyoman Darsa. Hadir pula Komisi I dan Ketua-Ketua Komisi DPRD Denpasar.
Sementara dari eksekutif hadir Plt. Asisten I Setda Kota Denpasar, Luh Made Kusuma Dewi; bersama sejumlah pimpinan OPD seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), dan Dinas Kebudayaan.
Plt. Asisten I Setda Kota Denpasar dalam pemaparannya menyampaikan latar belakang pelaksanaan kerja sama Sister City tersebut. Berawal dari Kunjungan Wali Kota Piraeus ke Denpasar tanggal 13-15 Juni 2024 dalam rangka penjajakan kerja sama.
Selanjutnya kunjungan balasan Wakil Wali Kota Denpasar ke Piraeus tanggal 1-7 September 2024 dalam rangka penjajakan kerja sama sekaligus penandatanganan Letter of Intent (LoI).
“Penandatanganan LoI telah dilakukan pada 4 September 2024. Komitmen kerja sama di dalam LoI itu meliputi promosi budaya dan pariwisata, pendidikan, perdagangan dan perindustrian, pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan kualitas kelembagaan dan pembangunan kapasitas SDM,” papar Kusuma Dewi.
Adapun rencana aksi kerja sama itu dipaparkan oleh pimpinan OPD teknis sebagai berikut. Dinas Pariwisata merancang kegiatan promosi bersama melalui website, webinar bersama peningkatan sumber daya pariwisata, dan sales mission virtual.
Disperindag merancang kegiatan fasilitasi promosi IKM Kota Denpasar berupa produk furniture dan produk spa. Untuk Dinas Koperasi dan UMKM menyiapkan pengembangan kewirausahaan dan UMKM yang dilakukan melalui virtual dan pertukaran informasi.
Disdikpora Denpasar merancang pertukaran materi pelajaran, pertukaran kebudayaan, dan pengembangan profesional pendidik.
Adapun Dinas Kebudayaan akan menggaet Piraeus untuk hadiri Kasanga Festival, mengadakan lomba dan pemutaran film dokumenter terkait kebudayaan, serta misi kesenian secara virtual maupun langsung.
Ketua Bapemperda, Nyoman Darsa, menyampaikan apresiasi atas kerja sama Sister City yang dirancang ini melibatkan lima OPD. Ia pun menekankan kesiapan OPD untuk mengimplementasikan kerja sama yang dirancang kedua pihak.
Dia juga mengkritisi bentuk kerja sama yang dilakukan jangan hanya bersifat virtual, tetapi harus ada kunjungan langsung yang memberi dampak maksimal bagi Denpasar.
Anggota Bapemperda, Yonathan Andre Baskoro, mengatakan, sebelum kerja sama dilakukan, hendaknya Pemkot Denpasar mengetahui apa keunggulan dari Kota Piraeus ini.
Dari penelusurannya, diketahui bahwa Piraeus merupakan kota Pelabuhan terbesar di Yunani. “Karena itu, menurut saya kerja sama yang akan dilakukan harusnya menitikberatkan pada keunggulan itu,” imbuhnya.
Suteja kumara dalam kesempatan itu menyampaikan, sebelumnya kerja sama Sister City juga telah dijalin oleh Kota Denpasar dengan Darwin (Australia), Gyeongju (Korea Selatan), dan Mossel Bay (Afrika Selatan).
Ia menekankan agar kerja sama dengan Kota Piraeus ini jangan hanya sekadar kerja sama. Tetapi harus benar-benar memberi keuntungan bagi Denpasar, baik dampak jangka pendek maupun jangka panjangnya. “Jadi harus ada progres dari kerja sama yang dilakukan itu,” tegasnya.
Ketua Komisi III, I Wayan Suadi Putra, mengatakan harusnya ada bentuk kerja sama di sektor pelabuhan dengan Kota Piraeus, mengingat hal itu yang menonjol. Yunani juga terkenal dengan bangunan bersejarahnya yang terawat apik dan hal ini mampu menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Kata dia, seharusnya hal itu yang dipelajari Denpasar dari Piraeus.
Lebih jauh Suadi mengatakan, dibandingkan furniture, seharusnya Disperindag memilih produk fashion untuk dipromosikan ke negara itu. Selain itu, pengelolaan sampah dan transportasi juga hendaknya bisa dipelajari kota tersebut.
Sementara Anggota Bapemperda, I Gede Tommy Sumerta, mengingatkan mengenai evaluasi dari program kerja sama Sister City yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya.
Agus Wirajaya menekankan dampak ekonomi dari Sister City ini sehingga betul-betul bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Denpasar. Ketua Komisi II, I Wayan Sutama, meminta agar penerapan teknologi digital dalam manajemen Kota Piraeus juga penting dipelajari.
Untuk diketahui, setelah mendapat persetujuan DPRD, tahapan selanjutnya dalam rencana kerja sama Sister City ini adalah pembahasan Inter Kementerian sebelum MoU Sister City disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri.
Sumber : Media Pos Bali
Editor : Humas DPRD