Menu

BANGGAR DPRD DAN TAPD BAHAS RANPERDA PERUBAHAN APBD KOTA DENPASAR TA 2025

  • Rabu, 09 Juli 2025
  • 151x Dilihat

Denpasar, Humas DPRD - Badan Anggaran (Banggar DPRD Kota Denpasar) menggelar  rapat kerja (raker) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan ABPD Kota Denpasar Tahun Anggaran (TA) 2025.

Raker yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD, Selasa (8/7/2025) itu dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Denpasar sekaligus Ketua Banggar, I Gusti Ngurah Gede, didampingi Wakil Ketua, Made Oka Cahyadi Wiguna. Sementara dari eksekutif hadir Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, yang sekaligus Ketua TAPD Kota Denpasar, bersama jajaran OPD Pemkot Denpasar.

Dalam kesempatan itu, I Gusti Ngurah Gede mengatakan, Banggar DPRD menyampaikan apresiasi terhadap percepatan penyusunan Ranperda Perubahan APBD TA 2025 oleh Pemkot Denpasar. Pihaknya mengharapkan anggaran perubahan sudah dapat terlaksana di bulan Agustus sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat selesai sesuai target selambat-lambatnya dalam waktu empat bulan efektif.

Ketua Banggar juga menyampaikan apresiasi terhadap adanya peningkatan target pendapatan asli daerah (PAD) dari Rp1,8 triliun lebih menjadi Rp2 triliun lebih, dan pendapatan daerah dari Rp3,1 triliun lebih menjadi Rp3,3 triliun lebih. “Hal ini menunjukkan adanya optimisme dari OPD penghasil,” ujarnya.

Di sisi lain, DPRD Kota Denpasar menyoroti realisasi pendapatan daerah semester I, mengingat adanya sejumlah komponen PAD yang belum mencapai 50 persen. OPD penghasil pun diminta agar terus melakukan terobosan-terobosan baru untuk peningkatan PAD. Mendorong optimalisasi sistem digital untuk efisiensi, pengurangan kebocoran, serta percepatan proses pelaporan dan pemantauan capaian pendapatan.

Banggar juga meminta Perumda agar melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif untuk peningkatan kinerja sehingga dapat meningkatkan laba Perumda dan PAD Kota Denpasar. Terkait hal ini, sejumlah usul pun disampaikan Anggota Banggar dalam rapat itu.

Seperti disampaikan I Wayan Suadi Putra, yang meminta agar Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma mencari sumber air baku baru supaya benar-benar bisa memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan. “Kami lihat suplai air baku dari Provinsi sering terganggu, bahkan di bulan ini masih terjadi gangguan,” ungkapnya.

Suadi juga mendorong percepatan KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) Revitalisasi dan Pengembangan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Kota Denpasar. Dalam kesempatan itu, dia juga mempertanyakan progres pengelolaan SJUT (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu) yang ditangani Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, dimana tender atas proyek ini telah dimenangkan oleh PT Harita.

Masih terkait persoalan Perumda, Anggota Banggar, I Ketut Suteja Kumara, menekankan pentingnya Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma untuk terus memperluas cakupan layanan. Hal itu tidak semata-mata untuk meningkatan pendapatan, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan.

“Kalau cakupan layanan Perumda Air Minum masih kecil, maka masyarakat akan memilih memakai air bawah tanah. Itu berdampak buruk di masa mendatang karena akan mempercepat intrusi air laut, itu harus dipikirkan,” tegas Suteja.

Dalam raker ini, Ketua Banggar menyampaikan pula, sehubungan dengan keterbatasan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan/kegiatan pada anggaran perubahan, OPD yang capaiannya masih rendah dan yang mendapat tambahan anggaran cukup besar, agar mempersiapkan langkah-langkah untuk dapat melaksanakan penyelesaian kegiatan/pekerjaan dan penyerapan anggaran sesuai target dan tepat waktu sehingga tidak terjadi Silpa yang besar.

“Untuk meningkatkan iklim investasi di Kota Denpasar yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD, agar Pemerintah Kota Denpasar membangun sinergitas antar OPD dan stakeholder melalui program dan kegiatan yang dapat mendorong peningkatan iklim investasi,” lanjut I Gusti Ngurah Gede.

Dinas PUPR Kota Denpasar yang mendapat penambahan anggaran dari Rp410 miliar lebih menjadi Rp551 miliar lebih, juga menjadi sorotan Banggar. Penggunaan anggaran tersebut diminta agar diprioritaskan untuk program peningkatan infrastruktur jalan dan drainase serta penataan wajah kota.

Dalam pembangunan jalan, agar menggunakan paving yang berkualitas untuk jalan lingkungan dan gang-gang, hotmix yang berkualitas untuk jalan kota, dan box culvert untuk saluran drainase. “Pembangunan saluran drainase dengan trotoar, agar menggunakan produk box culvert yang sudah ada trotoar di atasnya/sudah satu set dengan trotoar, sehingga pelaksanaan pekerjaan akan lebih cepat,” kata Ngurah Gede.

Selain itu, Banggar juga mencatat penambahan alokasi anggaran untuk Disdikpora Kota Denpasar yang sebesar Rp24 miliar lebih. Terkait dengan ini, DPRD meminta agar penataan halaman sekolah SMPN 16 Denpasar dapat dituntaskan pada anggaran perubahan 2025. Demikian juga halnya dengan pembangunan SMPN 17 Denpasar agar bisa dimaksimalkan tuntas di tahun 2025, sehingga tidak banyak menyisakan pekerjaan pada tahun berikutnya.

Disamping hal itu, terdapat sejumlah masukan lainnya yang disampaikan oleh Banggar DPRD kepada Pemkot Denpasar dalam raker tersebut.

 

Sumber : Media Pos Bali

Editor : Humas DPRD