Menu

BAHAS KONDISI BANGUNAN PASAR BADUNG, KOMISI II DAN III DPRD KOTA DENPASAR KUNJUNGAN KERJA KE PERUMDA PASAR SEWAKADARMA

  • Rabu, 12 Februari 2025
  • 685x Dilihat

 

Denpasar, Humas DPRD - Komisi II dan Komisi III DPRD Kota Denpasar melakukan kunjungan kerja ke Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar pada Selasa (11/2/2025).

Kegiatan yang juga menghadirkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar itu membahas kondisi Pasar Badung, yang sebelumnya sempat viral berita terkait material fiber pada ornamen kori di pasar tersebut.


Hadir dalam kunjungan kerja itu Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, IB Yoga Adi Putra dan Made Oka Cahyadi Wiguna, Ketua Komisi III, I Wayan Suadi Putra, dan Ketua Komisi II, I Wayan Sutama, beserta anggota.

Hadir pula dalam kesempatan itu Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, IB Kompyang Wiranata, dan Kabid Penataan Bangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman, Dinas PUPR Denpasar, I Wayan Dirgayasa.

Mengawali pertemuan, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra, menyampaikan, dalam kunjungan kerja ini pihaknya ingin mendapatkan penjelasan terkait penggunaan material ornamen kori Pasar Badung.

Selain itu, DPRD ingin mengetahui program kerja Perumda Pasar Sewakadarma. Hal lainnya mengenai permasalahan sampah dan kemacetan di masing-masing pasar yang sering menjadi keluhan masyarakat.


Dirut Perumda Pasar Sewakadarma dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Perumda menerima bangunan Pasar Badung untuk dimanfaatkan setelah diserahkan oleh Pemkot Denpasar.

Pembangunan pasar sebelumnya dilakukan oleh Disperindag Denpasar dan Dinas PUPR Denpasar. “Posisi sekarang aset Pasar Badung telah diserahkan ke Perumda Pasar sehingga kami berhak mengelola dan melakukan pemeliharaan sesuai kebutuhan,” kata Gus Kompyang.


Dalam kesempatan itu Gus Kompyang juga menyampaikan program kerja Perumda Pasar Sewakadarma untuk tahun 2025. Di antaranya adalah menggenjot pengelolaan Graha Yowana Suci (GYS) yang menjadi program prioritas.

Berkaitan sampah, disampaikan bahwa selama ini sampah yang dihasilkan 16 pasar di bawah Perumda, dilakukan pembuangan ke TPA Suwung secara mandiri. Sementara terkait kemacetan, dijelaskannya yang paling dikeluhkan sebelumnya di Pasar Sanglah kini situasinya sudah bisa terkendali.

Dalam pertemuan itu terungkap bagaimana kronologis penggunaan bahan fiber atau GRC pada ornamen kori Pasar Badung. Faktor keamanan dan keselamatan dari pengguna atau pemakai merupakan faktor yang paling utama di dalam pembangunan kori tersebut. GRC merupakan bahan pengganti alternatif yang digunakan dengan keunggulan jauh lebih ringan dibandingkan dengan pasangan bata ataupun paras.
“Penggunaan material GRC itu memang pertimbangan teknis, karena bangunan kori itu berada di atas plat beton yang di bawahnya basement, sehingga rawan goyangan. Tidak seperti bangunan kori pada umumnya yang berada di atas tanah. Dengan pertimbangan teknis itu, dan telah melalui proses kajian tim teknis, konsultan, dan pengawas, maka dipakailah GRC, dengan tidak mengubah bentuk sesuai gambar,” papar Dirgayasa dari Dinas PUPR.

Ketua Komisi III, Suadi Putra, usai pertemuan, mengatakan, karena ada beberapa anggota DPRD angkatan yang baru, tentu mereka ingin tahu kronologis penggunaan bahan serat fiber pada ornamen kori Pasar Badung.

“Tadi kita sudah mendengar juga pemaparan, termasuk dari anggota I Wayan Gatra yang kebetulan juga mantan Kadisperindag yang tahu persis kondisi tersebut. Ada juga dari PUPR yang sudah memberikan klarifikasi. Pada prinsipnya ini terkait dengan keamanan struktur, maka dipakai fiber atau GRC,” katanya.

Mengenai tindak lanjut terkait kerusakan kori tersebut, Suadi Putra mengatakan, karena aset sudah diserahkan ke Perumda Pasar, maka perbaikan mesti tanggung jawab Perumda Pasar. “Memperbaiki dengan material yang sama dulu. Kalau pun ada rencana penggantian bahan seperti yang diusulkan beberapa anggota Dewan, perlu ada kajian plus-minusnya dari PUPR,” tegas dia.

Dalam pertemuan itu, sejumlah usul, saran, dan masukan disampaikan oleh anggota DPRD untuk lebih meningkatkan produktivitas Perumda Pasar Sewakadarma.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, mengatakan, pihaknya nanti akan mengundang Dirut Perumda Pasar untuk hadir di DPRD Denpasar khusus membahas mengenai pendapatan dan keuangan Perumda Pasar. “Secara detail seperti apa dan kiat-kiatnya meningkatkan pendapatan, akan kami bicarakan dalam pertemuan nanti,” ujarnya. 

Sumber : Media Pos Bali

Editor : Humas DPRD Kota Denpasar