Baca Artikel

BERBAGI PENGALAMAN HIDUP

Oleh : dprd | 01 Juni 2015 | Dibaca : 1002 Pengunjung

DE GADJAH BERBAGI PENGALAMAN HIDUP KEPADA GENERASI MUDA BALI

Sosok Made Mulyawan arya atau akrab dipanggil De Gadjah, kini dikenal sebagai tokoh pemuda dan juga anggota legislatif di DPRD Kota Denpasar. Sebelum menggapai sukses seperti saat ini, kehidupan De Gadjah penuh liku-liku, pahit manis asam garam kehidupan semua sudah di alaminya. pengalaman hidupnya ini kemudian ia bagi pada generasi muda di Denpasar.

Bertempat di warung tresni Denpasar baru baru ini, De Gadjah hadir dalam acara oboralan warung rakyat yang mengambil tema’ Perubahan Diri, Berkompetisi di Era Global.’ Acara ini di hadiri beberapa tokoh masyarakat seperti Ray Misno dan I Gst. Hery Angligan, kalangan profesional, akademis, pebisnis, seniman, dan para siswa SMA di Denpasar.

Ketika di beri kesempatan untuk berbagi pengalam hidup, De Gadjah secara jujur menceritakan kisah hidupnya, terutama selama duduk di bangku SMA. “ waktu di SMA yakni SMA 7 Denpasar, terus terang pulang sekolah saya sering mabuk. Kalau tidak mabuk pasti berantem. Nilai pelajaran saya semua nilainya 6 kecuali bahasa inggris dan olah raga yang nilainya 9, “ kenang Gadjah mengawali kisahnya. Dia pun berpesan kepada para siswa SMA yang hadir agar tidak meniru hal-hal jelek yang pernah dilakukannya semasa duduk di bangku SMA.

Nah, usia tamat SMA, De Gadjah melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di malang tepatnya di STIE Malangkucecwara Malang. Setamat kuliah de Gadjah kembali ke Bali ia kemudian masuk ke dalam dunia kelam yang akrab dengan aksi kekerasan, premanisme, dan tindak kriminal. Namanya kerap menghiasi halaman surat kabar di Bali di awal tahun 2000 an dalam bebrbagai kasus kriminal dan aksi kekerasan yang melibatkan ormas di wilayah Denpasar dan Kuta. Ia pun sempat menjadi orang nomer 2 di sebuah ormas terbesar di Bali waktu itu.

Momentum perubahan diri, menurut De Gadjah, muncul saat iya berada didalam penjara LP Kerobokan. Saat itu ia tengah di penjara  karena sebuah kasus tindak kriminal. “ waktu itu saya sedang di penjara bersama sodara saya. Ibu saya kemudian datang menjenguk ke penjara. Saya merasa sedih melihat ibu yang menjenguk anakanya di penjara, kedua anaknya ada di dalam penjara. Saat itulah saya bertekad untuk berubah, saya tidak ingin hidup seperti itu terus, “ ujarnya.

Saat berada di dalam penjara, De Gadjah kemudian bertemu Yusdi Diaz, Ketua Flobamora saat ini. Yusdi Diaz di akui De Gadjah sebagai orang yang membantunya untuk melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik berkat bantuan Yusdi Diaz, De Gadjah bisa mendapat kesempatan pergi dan bekerja ke Amerika Serikat, meninggalkan semua kehidupan kelam yang di jalaninya di Bali. Saat pertama kerja di Amerika sekitar agustus 2005 saya bekerja sebagai housekeeping membersihkan kamr dan toilet serta jadi pelatih anjing pernah saya lakukan semua itu saya syukuri karena sudah dapat kesempatan untuk terus belajar, “ kenangnya.


Oleh : dprd | 01 Juni 2015 | Dibaca : 1002 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter