Baca Artikel

Perjuangan Kaum Perempuan

Oleh : dprd | 27 Mei 2015 | Dibaca : 691 Pengunjung

 

 

=èPutu Metta Dewinta Wandy

 

 

Komit Perjuangkan Kaum Perempuan

 

 

Kiprah seorang Putu Metta Dewinta Wandy, SH, di dunia politik memang cukup mendebarkan. Terlebih, perempuan kelahiran 27 Juli 1989 ini mampu lolos dari pertarungan sengit pada Pileg 9 April lalu. Buah perjuangannya pada Selasa (19/8) bersama 44 orang lainnya secara resmi ditetapkan sebagai anggota DPRD Kota Denpasar periode 2014-2019 melalui sidang paripurna istimewa.   

Setelah resmi menjadi anggota parlemen di DPRD Kota Denpasar, Metta mengaku terobsesi hendak melanjutkan perjuangannya di bidang kewanitaan. “Sebagai kaum perempuan, saya telah berkomitmen untuk bisa berkiprah memperjuangkan kaum perempuan,” ungkap anggota dewan yang mengaku dibesarkan dari lingkungan secara komunal ini.

Talenta Metta di kancah perpolitikan diawali melalui organisasi MKGR. Saat itu sekitar tahun 2011 Metta diminta ikut bergabung. Namun Metta mengaku justeru merasa kian tertarik dengan dunia politik. Apalagi disiplin ilmu bidang hukum yang digelutinya dirasakan sangat sejalan. Maka ketika menjelang Pileg 2014 Partai Golkar yang sangat memerlukan kader perempuan untuk memenuhi quota pencalonan, Metta diminta menjadi caleg. Sejak penetapan DCT (daftar calon tetap), Metta yang mendapat dukungan penuh keluarganya, langsung merapatkan barisan menggalang dukungan.

Sebagai generasi muda, Metta pun memaksimalkan pendekatan komunal, dengan mendekati organisasi kepemudaan seperti Sekaa Teruna Teruni di lima banjar yang ada di Desa Sumerta, serta desa lainnnya di Dentim. Pergerakan juga diperluas menyasar para ibu-ibu PKK. “Dukungan saya rasakan semakin menguat, saya pun menjadi makin bergairah. Dan syukur perjuangan ini menuai hasil menggembirakan,” ungkap Metta.

Satu-satunya caleg perempuan yang lolos ke DPRD Kota Denpasar ini mengaku masih harus belajar banyak, mengingat baru pertama kali menembus ‘rumah rakyat’. “Saya harus banyak berkomunukasi dengan para senior di Dewan untuk bisa segera menyesuaikan diri,” ucap Metta. 

Bagi Metta, dukungan yang diberikan warga sehingga bisa menduduki salah satu “kursi empuk” DPRD Kota Denpasar merupakan hal yang tak mungkin dilupakan. Karenanya, Metta bertekad terus memberi perhatian kepada konstituennya, sehingga jalinan ‘pasawitraan’ tetap terjalin erat. “Bagi saya nyama braya itu terpenting. Selain itu saya  ingin fokus pemperjuangkan peningkatan peran generasi muda dan perempuan,” tandas Metta.

 

  


Oleh : dprd | 27 Mei 2015 | Dibaca : 691 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter