Baca Berita

PERDA PERLINDUNGAN ANAK

Oleh : dprd | 15 Juni 2015 | Dibaca : 378 Pengunjung

PERLU PERDA PERLINDUNGAN ANAK

Untuk mengantisipasi terulangnya kisah tragus yang menewaskan angeline bocah 8 tahun maka sudah saat pemerintah membuat regulasi yang dapat melindungi anak dari berbagai tindak kekerasan atau lebih tepatnya membuat peraturan Daerah ( perda ) tentang perlindungan terhadap anak. Keinginan agar dibuatnya perda perlindungan anak itu disampaikan anggota komisi IV DPRD Kota Denpasar, A.A. Ngurah Gede Widiada. “ kami mengapresiasi dan terimakasih atas upaya pihak kepolisian yang telah mengungkap kasus Angeline, yang cukup menghebohkan beberapa hari terakhir, “ ungkap Widiada, seraya berharap kasus yang terbaru pertama kali terjadi di Denpasar itu betul-betul diusut tuntas. Karena kasusnya terjadi di Kota Denpasar, lanjut politisi partai nasdem ini, pihaknya berharap ini jadikan pelajaran bagi semua pihak. Mulai  dari perlunya meningkatkan komunikasi antar anggota keluarga, hingga menumbuhkan kepekaan sosial masyarakat. Termasuk para guru, sehingga sedini mungkin menyadari jika terjadi perubahan kondisi fisik anak didiknya. Jangan terjebak setelah atas ada kasusus, sehingga malah terkesan politis dan untuk pencitraan semata.

Disamping itu yang tak kalah pentingnya perlu ada aturan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Bagaimana pun Denpasar yang saat ini sudah menjadi Kota Metropolitan, akan rentan terjadi kasus serupa. “ kami sepakat jika harus diantisipasi dari aspek hukumnya, dengan ,merancang perda tentang hal ini, “ tandas panglingsir puri peguyangan.

Widiada mengatakan kasus Angeline tidak sampai mencoreng denpasar sebagai Kota layak anak. Belum sampai sejauh itu, karena kasus seperti ini bisa terjadi dimana saja. Dengan kejadian ini masyarakat bali pasti merasa terpukul. Mengingat kasus yang terjadi tidak semestinya terjadi. “ perlu disadari bahwa kini Bali merupakan Daerah multikultur, sehingga pemerintah harus melakukan antisipasi, “ tandas Widiada.


Oleh : dprd | 15 Juni 2015 | Dibaca : 378 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter